Simulasi Apar Hingga Sterilisasi, Rsud Kendal Tingkatkan Standar Keselamatan Layanan

Simulasi Apar Hingga Sterilisasi, Rsud Kendal Tingkatkan Standar Kesel
22-Apr-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

Simulasi APAR di RSUD Kendal

Kendal – RSUD dr H Soewondo Kendal meningkatkan standar keselamatan layanan melalui pelatihan In House Training (IHT) yang mencakup simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga prosedur sterilisasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Kegiatan yang diikuti sekitar 800 tenaga kesehatan dan nonkesehatan tersebut digelar selama sepekan, mulai 21 hingga 28 April 2026. Pelatihan berlangsung di area parkir serta Gedung Diagnostic Centre RSUD dr H Soewondo Kendal.

IHT menghadirkan narasumber internal, yakni dr Any Yuliastuti Sp.Rad FisQua selaku Ketua K3 RSUD dr H Soewondo Kendal, serta dr Muhammad Prabu Arianda, spesialis paru sekaligus tim PPI rumah sakit tersebut.

Ketua K3 RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Any Yuliastuti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Manajemen Fasilitas Kesehatan (MFK) untuk memastikan keamanan dan keselamatan di lingkungan rumah sakit.

“Pelatihan ini bertujuan melatih seluruh karyawan agar mampu melindungi diri sendiri, pasien, keluarga pasien, dan pengunjung dari berbagai risiko, baik kebakaran maupun keselamatan kerja lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, materi simulasi APAR menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan. Peserta diberikan praktik langsung agar mampu menangani kebakaran secara cepat dan tepat.

“Seluruh karyawan dilatih menggunakan APAR secara langsung, sehingga ketika terjadi kondisi darurat tidak mengalami kebingungan dan dapat bertindak sigap,” jelasnya.

Sementara itu, dr Muhammad Prabu Arianda menuturkan bahwa pelatihan PPI berfokus pada peningkatan kualitas layanan melalui pencegahan risiko infeksi di fasilitas kesehatan.

“IHT PPI ini penting untuk mencegah infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan serta menjamin keselamatan pasien,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah langkah yang diterapkan meliputi sanitasi lingkungan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta sterilisasi alat dan ruangan sebagai upaya menjaga mutu layanan.

Menurutnya, pengendalian infeksi juga mencakup kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas, serta pengaturan penempatan pasien di ruang infeksi dan noninfeksi.

“Harapannya, pasien yang datang ke RSUD bisa mendapatkan pelayanan yang aman dan pulang dalam kondisi sehat tanpa tertular infeksi,” tandasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pencegahan infeksi sangat bergantung pada pemahaman dan kedisiplinan tenaga kesehatan dalam menerapkan prosedur yang telah ditetapkan.(*)

Tags