Hujan Turun, Gotong Royong Tni Dan Warga Krangean Tetap Mengalir
PURBALINGGA — Rintik hujan yang perlahan turun, membuat jalanan tanah di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, berubah menjadi becek dan licin. Namun kondisi itu tak menghentikan aktivitas di lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke- 128 Kodim 0702/Purbalingga. Justru, di tengah beceknya tanah dan rintik yang terus turun, semangat gotong royong antara TNI dan warga terlihat semakin hidup.
Di lokasi pelebaran plat beton, sejumlah personel TNI dan warga, terlihat saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan. Ada yang mengangkut ember berisi campuran semen, ada yang menyusun batu di sisi jalan, dan ada pula yang mengaduk adonan semen. Semua bergerak dalam ritme yang sama, tanpa sekat.
Sesekali, ditengah pekerjaan itu tawa kecil terdengar dan mencairkan suasana yang basah dan melelahkan. Lumpur yang menempel di kaki pun seolah bukan lagi penghalang, melainkan bagian dari perjuangan bersama untuk membangun desa.
Babinsa Krangean, Jarwono, mengatakan bahwa kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD.
"Walaupun hujan turun, semangat anggota dan warga tetap tinggi. Semua saling bantu, ada yang angkat semen, menyusun batu, dan mengaduk semen. Ini yang membuat pekerjaan bisa terus berjalan," ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Baginya, kehadiran TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui kerja sama di lapangan, rasa kebersamaan dan kepedulian tumbuh dengan sendirinya.
Pelebaran jalan dengan plat beton tersebut diharapkan mampu memudahkan akses warga dalam aktivitas sehari-hari. Namun, dibalik prosesnya, ada nilai yang tidak kalah penting, yakni semangat gotong royong yang kembali hidup di tengah masyarakat.
Di Desa Krangean, pembangunan ini tidak hanya tentang hasil akhir, berupa jalan yang lebih baik. Lebih dari itu, pembangunan ini merupakan proses yang telah dilalui antara TNI dan warga menjadi cerita tersendiri, tentang kebersamaan, kerja kerja dan harapan yang dibangun di atas tanah yang basah oleh hujan.