Dugaan Perselingkuhan Oknum Pegawai Bank Bumn Berujung Kdrt Korban Laporkan Kasus Ke Polres Demak

Dugaan Perselingkuhan Oknum Pegawai Bank Bumn Berujung Kdrt Korban Lap
26-May-2026 | sorotnuswantoro Biro Demak Jateng

​DEMAK , sorotnuswantoro.com – Prahara rumah tangga yang dipicu oleh dugaan orang ketiga kembali terjadi. Kali ini, seorang wanita berinisial D, warga Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, harus mengalami nasib malang. Rumah tangganya diduga retak akibat adanya hubungan terlarang antara suaminya, M, dengan seorang oknum pegawai BRI Unit Bugel, Kabupaten Grobogan, yang diketahui berinisial Y.

​Kasus ini mencuat setelah D menemukan bukti percakapan mencurigakan antara suaminya (M) dan Y di aplikasi pesan singkat WhatsApp. Temuan tersebut memicu pertengkaran hebat di antara pasangan suami istri tersebut.

​Nahas, pertikaian yang terjadi tidak hanya sebatas adu mulut. D diduga mengalami tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri setelah kedok perselingkuhan itu terbongkar.

​Laporkan KDRT ke Polisi. Tidak terima atas perlakuan kasar yang diterimanya, D langsung mengambil langkah hukum. Ia resmi melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Demak untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum.

​"Saat ini kasus dugaan KDRT tersebut sudah dilaporkan dan tengah ditangani oleh pihak berwajib di Polres Demak," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

​Respons Terduga Pelaku Disorot. Ironisnya, alih-alih menunjukkan rasa bersalah atau menahan diri, oknum pegawai bank berinisial Y justru memberikan respons yang dinilai tidak beretika. Melalui pesan WhatsApp, Y dikabarkan malah melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada D. Tidak hanya itu, Y juga secara terang-terangan mengejek korban D dengan sebutan "orang stres".

​Hingga berita ini diturunkan, pihak korban masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian terkait laporan KDRT tersebut. Sementara itu, pihak instansi tempat Y bekerja belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran kode etik dan keterlibatan karyawannya dalam pusaran kasus perusakan rumah tangga ini.. Ujarnya.

( Windi )

Tags