Bupati Kendal Ungkap Nasib Toko Ritel Modern Di Tengah Program Koperasi Merah Putih
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari
KENDAL – Bupati Kendal mengungkapkan nasib toko ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di tengah hadirnya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menegaskan, keberadaan toko ritel modern tetap bisa berjalan berdampingan dengan koperasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Kendal mengatakan KDMP merupakan program nasional pemerintah pusat yang nantinya dikelola oleh pemerintah desa bersama pengurus koperasi. Sementara itu, toko ritel modern dikelola oleh pihak swasta yang juga memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“KDMP dan toko ritel modern bisa berkolaborasi serta berjalan bersama. Karena untuk membangun peningkatan ekonomi tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga pihak swasta,” kata Bupati Kendal, Selasa (26/5/26).
Menurutnya, pembangunan ekonomi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pengusaha, masyarakat hingga para pemangku kepentingan lainnya. "Dengan sinergi tersebut, pertumbuhan ekonomi di daerah diharapkan semakin kuat dan merata," ujar bupati.
Sementara itu, Manager Alfamart Kabupaten Kendal, Abdi Sulistianto, mengatakan saat ini jumlah toko Alfamart di Kabupaten Kendal mencapai 99 gerai yang beroperasi sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.
“Alfamart beroperasi sesuai regulasi dan aturan nasional melalui kajian yang berlaku, termasuk perizinan dan ketentuan lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejauh ini pemerintah tidak akan menutup toko Alfamart yang telah berdiri sesuai aturan, termasuk ketentuan jarak dengan pasar tradisional. “Setahu kami, pemerintah tidak akan menutup Alfamart yang sudah berdiri di jarak yang tepat, misalnya sekitar 200 meter dari pasar tradisional. Kami berkomitmen mengikuti aturan tersebut,” katanya.
Abdi menambahkan, pihaknya juga akan lebih selektif apabila ke depan terdapat rencana pembukaan toko baru. “Ke depan, apabila ada rencana pembukaan toko baru, kami akan lebih selektif dalam menentukan lokasi. Kami ingin keberadaan toko ritel tetap berjalan selaras dan tidak bersinggungan dengan Koperasi Desa Merah Putih maupun pasar tradisional,” pungkasnya.(*)