Debit Air Bendung Juwero Kendal Menyusut, Irigasi Petani Mulai Terdampak

Debit Air Bendung Juwero Kendal Menyusut, Irigasi Petani Mulai Terdamp
15-Jul-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

KENDAL – Debit air di Bendungan Juwero, Kabupaten Kendal, mulai menyusut drastis seiring memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut mulai berdampak pada pengaturan distribusi air irigasi untuk lahan pertanian, meski hingga kini pasokan air masih dinilai lebih baik dibandingkan saat kemarau ekstrem sekitar lima tahun lalu.

Petugas Operasional Bendung Juwero, Arfiyanto, mengatakan debit sungai yang masuk ke bendungan saat ini mencapai sekitar 9,6 meter kubik per detik. Aliran tersebut dibagi ke dua saluran irigasi utama, masing-masing sekitar 4,8 meter kubik per detik.

"Kalau sekarang debit sungainya sekitar 9,6 meter kubik per detik. Dibagi ke saluran kanan dan kiri, masing-masing sekitar 4,8 meter kubik per detik," ujar Arfiyanto didampingi Ahmad Munhamir, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, debit air akan terus mengalami penurunan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan tidak disertai hujan di wilayah hulu. Meski begitu, kondisi saat ini belum mencapai titik terendah seperti yang pernah terjadi pada 2021.

"Yang paling rendah pernah sekitar lima tahun lalu. Waktu itu total debitnya tinggal sekitar lima meter kubik per detik, sehingga masing-masing saluran hanya menerima sekitar 2,5 meter kubik per detik. Kondisi itu jauh lebih berat dibanding sekarang," katanya.

Ia menjelaskan, saat debit air hanya lima meter kubik per detik, kebutuhan irigasi di wilayah hilir tidak dapat terpenuhi secara optimal. Akibatnya, pembagian air harus dilakukan lebih ketat karena seluruh lahan pertanian tidak bisa memperoleh pasokan secara bersamaan.

"Saat debit sekecil itu, kebutuhan di bawah tidak mencukupi. Petugas di pintu pembagi harus mengatur giliran air agar semua wilayah tetap mendapat bagian," jelasnya.

Arfiyanto menambahkan, dari Bendung Juwero air irigasi disalurkan ke sejumlah kecamatan, antara lain Ringinarum, Gemuh, sebagian Kangkung, Cepiring, Patebon, serta Pegandon melalui pintu-pintu pembagi yang dijaga petugas.

Menurutnya, petugas bendung tidak dapat menambah debit air apabila pasokan dari hulu memang berkurang. Yang bisa dilakukan hanyalah mengatur distribusi agar pemanfaatan air tetap merata.

"Kalau debit dari hulunya kecil, kami tidak bisa membesarkan aliran. Yang bisa dilakukan hanya mengatur pembagiannya supaya semua daerah layanan tetap mendapatkan air," tegasnya.

Ia berharap hujan segera turun di kawasan hulu sehingga debit Bendung Juwero kembali meningkat. Dengan pasokan air yang lebih besar, kebutuhan irigasi petani, terutama tanaman padi, dapat kembali tercukupi dan potensi gagal panen dapat dihindari.( )

Tags