Jelang Akreditasi 2026, Rsud Dr. Iskak Tulungagung Perkuat Mutu Pelayanan Dan Keselamatan Pasien
RSUD dr. Iskak Tulungagung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan survei Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2026. Berbagai unit pelayanan, mulai dari tenaga medis, perawat, hingga layanan penunjang, dilibatkan untuk memastikan seluruh standar mutu dan keselamatan pasien diterapkan secara optimal.
Sejumlah langkah telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan akreditasi, di antaranya penyempurnaan dokumen, evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP), simulasi akreditasi secara berkala, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan budaya keselamatan pasien di seluruh unit pelayanan.
Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, mengatakan proses akreditasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai atau predikat tertentu, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Akreditasi merupakan wujud komitmen kami untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat. Yang terpenting bukan hanya saat dinilai, tetapi bagaimana budaya mutu dan keselamatan pasien menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari seluruh insan RSUD dr. Iskak,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh jajaran rumah sakit saat ini bergerak secara terpadu untuk memenuhi standar nasional akreditasi. Evaluasi dilakukan di berbagai aspek penting, mulai dari alur pelayanan pasien, manajemen risiko, pengendalian infeksi, hingga tata kelola organisasi rumah sakit.
Selain itu, rumah sakit juga meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan teknis. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar simulasi penanganan gangguan pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) guna memastikan pelayanan tetap berjalan meski terjadi kendala pada sistem.
Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah selatan Jawa Timur, RSUD dr. Iskak terus mengembangkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan melalui modernisasi fasilitas, digitalisasi layanan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Manajemen berharap seluruh rangkaian survei akreditasi tahun 2026 dapat berlangsung lancar sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Harapan kami, seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin cepat, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Akreditasi adalah langkah untuk memastikan pelayanan tersebut terus terjaga,” pungkas dr. Zuhrotul Aini.