Diduga Karena Sakit Hati Oknum Wartawan Ed Mencari cari Kesalahan Di Desa Tedunan
Diduga Karena Sakit Hati Oknum Wartawan ED Mencari-Cari Kesalahan Di Desa Tedunan
Jepara, Sabtu (1/8/2026) Ramai dan viral sosok Oknum Wrasawan Bodrek ED alias Edi Putra atau lebih di kenal Edi Dempul diduga Mencari-Cari permasalahan tentang tanah galian di Desa Tedunan.
Dari penelusuran dan hasil investigator di lapangan dari hasil konfirmasi samiun warga Desa Kaliombo tidak pernah ketemu dengan Edi Dempul dan tidak tahu menahu tentang pemberitaan di Media, dan narsum yang tidak berani disebut namanya sebut saja UI sengaja diminta Edi Dempul oknum Wrasawan Bodrek untuk mencari dan menggali informasi terkait tanah galian di Desa Tedunan. Sedang menurut UI si Edi Dempul udah mengetahui tentang semua permasalahanya. Diduga karena motif sakit hati Edi Dempul berbuat nekat dengan membuat pemberitaan di medianya.
Samiun ingat pernah berkata kepada Riskin BPD desa Tedunan tentang selisih uang jaga alat pas nguruk di Tedunan. Tapi samiun udah menganggap selesai urusan itu dengan pemilik alat berat.
Diduga Edi Dempul mendapat sumber berita tentang tanah uruk dari Riskin BPD terkait tanah uruk tersebut. Salah satu masyarakat yang tidak berani disebut namanya sebut saja K berkata lewat sambungan telpon bahwa tanah Merah atau tanah uruk di sekitar lokasi kopdes adalah tanah dari sawah LSD atas persetujuan PEMDES Desa Tedunan, Dan Pemdes meminta tanah galian c ilegal dari lahan LSD tersebut.
Menurut Keterangan K, mbah samiun meminta K untuk menemui Pemdes Desa Tedunan mau nambang di lahan LSD dan pihak Desa Tedunan meminta kira-kira 20 dum untuk di taruh di sekitar kopdes. Lalu K meminta bantuan temanya untuk bantu nambang ilegal di lahan LSD dan dibuang di lahan sekitar kopdes dan di taruh di lahan LSD Desa Karang Aji yang rencana dipakai untuk tanah kapling perumahan.
Kegiatan nambang ilegal di lahan LSD menurut K hanya berjalan 2 hari karena di hentikan. Yang jadi pertanyaan sederhana kita sebagai masyarakat bawah apakah pihak BPD Desa Tedunan tidak mengetahui atau diduga dengan sengaja membiarkan kegiatan Galian C ilegal di desanya. Sedang mereka itu di gaji dari hasil pajak rakyat dan tugasnya mengawasi semua kegiatan di desanya. Kalau seperti ini dievaluasi dan kalau perlu di pecat diganti orang yang benar-benar peduli untuk kemajuan desanya.
Dan hal ini seperti tidak boleh di biarkan dan diusut tuntas, Darimana sumber tanah galian c ilegal serta siapa para pemain pelaku Galian C ilegal dan oknum Wrasawan Bodrek yang sakit hati dan membuat berita bukan dari pelakunya langsung dan malah meminta keterangan dari orang lain yang tidak mengetahui permasalahanya secara langsung.
Media sorot nuswantoro