Membantu Negara Nguruk Tanah Untuk Kopdes Malah Di Serang Oleh Edi Putra Jobokuto
Membantu Negara Nguruk Tanah Untuk Kopdes Malah Di Serang Oleh Edi Putra Jobokuto
Hak jawab, Jepara
Selasa (4/8/2026) melihat di pemberitaan media online perihal pengurukan kopdes di desa Tedunan kecamatan Kedung.
kronologi kejadianya, Ramainya pembangunan kopdes sebagai program unggulan presiden prabowo Subianto, Salah satu bangunan kopdes di desa Tedunan terhenti pembangunan kira-kira sejak bulan september tahun 2025 sampai bulan febuari 2026 karena terkendala lahan Uruk yang lagi santernya disorot tentang tanah galian c ilegal di Jepara.
Para penguruk tidak mau dan mampu nguruk karena minimnya bujet dana untuk urukan, kalau dana itu di buat sewa 2 alat berat dan mobil 2 dum truk untuk mobilisasi 1 minggu saja masih kurang. Sedang proses pengerjaan urukan itu berkisar antara kurang lebih 8 harinan.
Niat baik membantu program prioritas presiden Prabowo Subianto, Karena kendala minimnya bujet urukan dan susahnya tanah uruk dengan biaya murah. telah dapat diatasi dengan kolaborasi antar Lembaga negara yaitu BBWS dan TNI serta koordinasi dengan pemerintah Desa Tedunan, Telah diserang diduga jadi Londo Ireng penghianat dan pemecah bangsa Edi Putra warga kelurahan Jobokuto yang mengaku sebagai wartawan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari keliling ider batok dengan bermodalkan KTA.
Karena kepedulian dan jiwa merah putih ingin membantu program negara, kita melihat mandeknya bangunan kopdes itu trus tergerak dan sinergi komunikasi dengan pihak TNI baik kodim maupun dandim trus ke babinsa setempat, Lanjut ke pihak konsultan dan pihak desa tedunan serta pihak lapangan bbws Jepara.
Setelah komunikasi kita mulai membuat surat pemberitahuan kepada pihak bbws dengan tertulis sesuai petunjuk dari orang bbws ditujukan kepada bbws dan pemberitahuan desa.
Karena minimnya bujet angka untuk urukan itupun kita menunggu proses realisasi hampir 1 bulan. Sambil menunggu kita mulai berpikir tehnis agar bujet itu bisa menyelesaikan kerjaan dan biaya jaga 2 orang lokal situ.
Awal kita mau nguruk komunikasilah dengan salah satu anggota BPD Riskin yang dulu pernah aktif di lembaga KAWALI yang aktif menyoroti tentang lingkungan.
Riskin anggota BPD pasti paham tentang seluk beluk wilayah Desa Tedunan. rencana untuk nguruk kita ambil tanah bondo Desa timur Kopdes karena nyukupno bujet urukan dan tidak kena biaya mobilisasi, Tapi pihak desa tidak mengijinkan.
Riskin BPD memberi solusi untuk ngeruk kolam lahan 2 kotak dipinggir kali Milik BBWS yang digunakan untuk kandang kambing dan kandang Bebek dan Ayam.dan diduga Riskin selama menempati lahan-lahan BBWS diduga tidak mengantongi ijin resmi maupun pemberitahuan hak guna pakai lahan BBWS.
Minimnya bujet urukan tidak jadi mengambil tanah dengan memperdalam kolam Riskin yang berlumpur serta tidak bisa di pakai, Dan Riskin menawarkan upah untuk mengeruk kolamnya 1 ekor kambingnya dan kita tidak sanggup, karena untuk sewa alat 1 hari dan mobnya masih Minus.
Setelah itu kita cari solusi lain cari lahan yang dekat dengan kopdes yang lebih dekat dan jaraknya tidak sampai 1 KM dan muali kerja sampai rampung.
Alhamdulillah pekerjaan nguruk rampung dan ada beberapa penguruk bilang mosok iso rampung atau nanti separo kerjaan ditinggal. Tapi nyatanya kerjaan selesai dan pembangunan kopdes berjalan lagi dan sekarang udah jadi bangunanya.
Pada saat proses urukan Riskin BPD pernah ngomong minta ke kita tanah 1 dum untuk jalan pinggir gang, Tapi kita tidak berani dikira nanti kita menjual tanah negara.
Media sorotnuswantoro