Ada Apa Di Balik Misteri Pembangunan Proyek Sman 1 Tugu Trenggalek

Ada Apa Di Balik Misteri Pembangunan Proyek Sman 1 Tugu Trenggalek
15-Aug-2026 | sorotnuswantoro Trenggalek

ADA APA DI BALIK MISTERI PEMBANGUNAN PROYEK SMAN 1TUGU TRENGGALEK

TRENGGALEK, Media Brantas – Renovasi di SMAN 1 Tugu, Kabupaten Trenggalek, menjadi sorotan karena minimnya informasi yang terlihat di lokasi. Papan informasi proyek yang memuat sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana maupun penanggung jawab juga tidak terlihat.

Saat kami mendatangi lokasi, terlihat sejumlah bangunan dibongkar. Puing tembok dan genteng bekas tampak berserakan.

Ketika wartawan bertanya kepada pekerja mengenai siapa pelaksana pekerjaan, jawabannya justru tidak jelas.

“Saya tidak tahu, Saya takut salah, Mas,” ujar salah satu pekerja.»

Pekerja lainnya mengaku hanya menjalankan perintah dan tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab.

“Kami tidak tahu, Mas. Kami cuma pekerja, disuruh kerja.”»

kami,kemudian mencoba minta penjelasan kepada pihak sekolah. Akan tetapi kedatangan kami yang pertama yaitu pada hari Rabu 12 Agustus 2026 tersebut tidak bisa bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Tugu.Menurut Ibu Norma selaku humas,Kepala sekolah sedang dinas luar.Demikian juga Bagian sarpras,sedang ada kegiatan.

Saat ditanya mengenai proyek renovasi, Norma mengaku tidak mengetahui sama sekali.

“Kalau terkait itu saya sumpah saya tidak tahu apa-apa.Namun saya akan berusaha untuk mengagendakan agar besuk bisa ketemu dengan Ibu kepala Sekolah ataupun Bagian SARPRAS, yang faham terkait proyek renovasi tersebut" janji ibu Norma.

Wartawan kemudian meminta bantuan agar dapat diagendakan bertemu kepala sekolah dan bagian sarana prasarana.

Namun saat kami kembali datang untuk kedua kalinya,hari kamis 13 Agustus 2026, penjelasan yang kami harapkan belum juga diperoleh. Kepala sekolah disebut masih memiliki kegiatan dinas, sedangkan bagian sarana prasarana disebut sedang berada di PUPR.

Humas bahkan kembali menanyakan tujuan kedatangan wartawan, meski sehari sebelumnya sudah disampaikan bahwa kedatangan tersebut untuk meminta informasi mengenai proyek renovasi.

Dalam kesempatan tersebut, Norma juga menyampaikan agar media membuat surat resmi terkait permintaan informasi atau wawancara.

Kami menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk mencari dan menggali informasi sebelum diberitakan kepada masyarakat.

Di sisi lain, ketika ditanya lebih jauh mengenai proyek, humas justru mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung kepada kementerian.

Kami tidak buru-buru menyimpulkan proyek tersebut bermasalah atau menyebutnya sebagai proyek siluman.

Namun

Yang menjadi sorotan adalah minimnya informasi yang bisa diperoleh publik, sementara pekerjaan sudah berjalan dan pembongkaran bangunan telah dilakukan.

Publik berhak mengetahui renovasi tersebut berasal dari program apa, anggarannya dari mana, berapa nilainya, siapa pelaksananya dan siapa yang bertanggung jawab.

Jika proyek menggunakan penyedia, siapa penyedianya? Jika swakelola, siapa tim pelaksana dan penanggung jawabnya.

Ini proyek apa, anggarannya dari mana, berapa nilainya, siapa pelaksananya dan siapa yang bertanggung jawab?

Jangan sampai proyek di sekolah milik publik justru menjadi teka-teki bagi publik.

(Fr)

Tags