Kkn Mit 22 Uin Walisongo Semarang Dorong Digitalisasi Umkm Melalui Sosialisasi Pembuatan Qris
Dalam upaya mendukung digitalisasi transaksi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Tim KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembuatan QRIS pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 15.30 WIB di Balai Desa Tlahab. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan QRIS sekaligus mendampingi para pelaku usaha dalam proses pembuatan QRIS agar dapat digunakan sebagai metode pembayaran non-tunai. Kegiatan diawali dengan penyambutan peserta yang hadir. Sebelum sosialisasi dimulai, peserta dipersilakan menikmati konsumsi yang telah disediakan oleh Tim KKN. Mengingat seluruh peserta yang hadir telah berkumpul dan tidak ada peserta tambahan yang datang, kegiatan kemudian langsung dimulai agar waktu dapat dimanfaatkan secara efektif.
Sosialisasi dipandu oleh mahasiswa dari Divisi Ekonomi Kreatif (Ekraf) KKN MIT 22 Desa Tlahab. Pada awal kegiatan, peserta terlebih dahulu ditanya mengenai kepemilikan aplikasi GoPay Merchant sebagai salah satu persyaratan dalam proses pembuatan QRIS. Bagi peserta yang belum memiliki aplikasi tersebut, tim membantu proses pengunduhan dan pemasangan aplikasi pada telepon genggam masing-masing sehingga seluruh peserta dapat mengikuti tahapan selanjutnya. Selanjutnya, pemateri menyampaikan penjelasan mengenai pengertian QRIS, manfaat penggunaannya bagi pelaku usaha, serta kemudahan yang ditawarkan dalam menerima pembayaran secara digital. Untuk mempermudah pemahaman peserta, materi juga dilengkapi dengan pemutaran video tutorial mengenai langkah-langkah pembuatan QRIS sehingga peserta dapat melihat secara langsung proses yang akan dilakukan.
Setelah penyampaian materi selesai, Tim KKN mendampingi peserta satu per satu dalam proses pembuatan akun hingga QRIS berhasil diterbitkan. Pendampingan dilakukan secara langsung agar setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan baik serta memperoleh penjelasan apabila mengalami kendala selama proses pendaftaran. Sementara itu, anggota tim lainnya bertugas mendokumentasikan jalannya kegiatan. QRIS yang telah berhasil dibuat kemudian langsung dicetak di Balai Desa Tlahab sehingga peserta dapat segera menggunakannya untuk mendukung aktivitas usaha masing-masing. Sebagai bentuk praktik penggunaan QRIS, Tim KKN juga melakukan simulasi transaksi kepada salah satu peserta yang memiliki usaha jajanan dan minuman. Melalui simulasi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung proses pembayaran menggunakan QRIS, mulai dari pemindaian kode hingga transaksi berhasil dilakukan.
Praktik ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai penggunaan QRIS dalam kegiatan jual beli sehari-hari. Selain mendampingi proses pembuatan QRIS, Tim KKN juga memberikan edukasi mengenai cara memastikan transaksi berhasil diterima. Peserta diimbau untuk tidak terburu-buru menyerahkan barang kepada pembeli, melainkan menunggu beberapa saat hingga saldo benar-benar masuk ke akun GoPay Merchant dan muncul notifikasi penerimaan pembayaran. Penjelasan ini diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penipuan dalam transaksi digital. Mengingat sebagian besar peserta masih belum familiar dengan penggunaan QRIS dan selama ini lebih sering melakukan transaksi secara tunai, pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta dalam menggunakan metode pembayaran digital.
Meskipun sosialisasi di balai desa dihadiri oleh lima orang peserta, hal tersebut tidak mengurangi semangat Tim KKN untuk memperluas manfaat program. Pada malam harinya, tim melanjutkan kegiatan dengan mendatangi sejumlah pelaku UMKM secara door to door untuk menawarkan pendampingan pembuatan QRIS. Pendekatan ini dilakukan agar pelaku usaha yang belum sempat mengikuti sosialisasi tetap memperoleh kesempatan mendapatkan edukasi dan layanan pendampingan secara langsung. Salah satu pelaku usaha yang didampingi melalui kegiatan door to door adalah pemilik toko frozen food di Desa Tlahab. Sebelumnya, usaha tersebut telah melayani pembayaran secara tunai maupun transfer bank, namun belum menyediakan opsi pembayaran menggunakan QRIS. Setelah memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan kemudahan penggunaan QRIS, pemilik usaha menyambut baik program tersebut dan bersedia melakukan pendaftaran.
Tim KKN kemudian membantu proses pembuatan QRIS hingga selesai serta memberikan contoh penggunaan melalui simulasi transaksi digital senilai Rp.10.000 agar pelaku usaha dapat melihat secara langsung proses pembayaran yang berhasil masuk ke aplikasi. Dengan adanya praktik tersebut, pemilik usaha menjadi lebih memahami cara menerima pembayaran menggunakan QRIS serta mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan transaksi telah berhasil diterima. Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Desa Tlahab yang mampu memanfaatkan QRIS sebagai alternatif pembayaran yang praktis, aman, dan efisien. Selain mendukung kemudahan transaksi bagi penjual maupun pembeli, penggunaan QRIS juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di era digital serta mendorong transformasi digital di lingkungan masyarakat desa.
Penulis : Allaiya Talent / Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang