Kenalkan Wedang Uwuh, Kkn Mit Ke 22 Posko 98 Uin Walisongo Ajak Muslimat Nu Turitempel Melek Herbal
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 Posko 98 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi minuman herbal tradisional Wedang Uwuh di Masjid Turi, Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 80 ibu-ibu Muslimat NU setempat.
Wedang Uwuh merupakan minuman khas Imogiri, Yogyakarta, yang diracik dari kayu secang, jahe, kayu manis, cengkih, pala, kapulaga, serai, dan gula batu. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memaparkan bahan-bahan tersebut sekaligus manfaatnya bagi tubuh, mulai dari memberi rasa hangat, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan flu, batuk, dan kelelahan, hingga membantu mengontrol kadar gula darah berkat kandungan antioksidannya.
Sekretaris KKN Sela Rizkillah menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas untuk mendekatkan masyarakat pada pengobatan alami sebagai alternatif sebelum bergantung pada obat-obatan kimia.
"Kami ingin masyarakat, khususnya ibu-ibu di sini, lebih sadar bahwa keluhan ringan seperti masuk angin atau badan pegal itu bisa diredakan dulu dengan racikan herbal seperti Wedang Uwuh, sebelum buru-buru minum obat," ujar Sela.
Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Latifatun Nisa mengungkapkan bahwa pemilihan Wedang Uwuh bukan tanpa alasan, mengingat bahan-bahannya mudah didapat dan cara pembuatannya sederhana sehingga dapat dipraktikkan langsung oleh masyarakat di rumah.
"Kami sengaja memilih minuman yang bahannya mudah dicari dan cara membuatnya tidak ribet, supaya ibu-ibu bisa langsung mempraktikkannya sendiri di rumah tanpa kesulitan," kata Latifatun.
Antusiasme peserta terlihat sejak sesi pemaparan materi hingga proses pembagian Wedang Uwuh yang telah diseduh oleh tim KKN. Peserta berkesempatan mencicipi langsung hasil racikan tersebut sebagai bagian dari edukasi.
Perwakilan Muslimat NU Desa Turitempel, Ibu Istiqomah, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, apalagi buat kami yang sudah sepuh-sepuh, jadi tahu ternyata rempah-rempah di dapur sendiri bisa jadi obat. Semoga ilmunya bisa terus kami pakai setelah adik-adik KKN selesai bertugas di sini," tutur Istiqomah.
Melalui sosialisasi ini, KKN MIT Ke-22 Posko 98 berharap masyarakat Desa Turitempel semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan cara yang alami dan mudah dijangkau, sekaligus melestarikan kearifan lokal minuman tradisional Nusantara.
Penulis: Naila Syarifah (KKN MIT-22 Posko 98 UIN Walisongo)