Jaga Warisan Budaya Leluhur, Dispusipda Kbb Gelar Sosialisasi Dan Pelestarian Naskah Kuno Tahun 2026

Jaga Warisan Budaya Leluhur, Dispusipda Kbb Gelar Sosialisasi Dan Pele
21-May-2026 | sorotnuswantoro Bandung

Kabupaten Bandung Barat, 21 Mei 2026 – Sebagai wujud nyata dalam melestarikan kekayaan sejarah dan identitas budaya daerah, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dispusipda) Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan Sosialisasi Naskah Kuno Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Homestay Guapawon, Cipapat, pada hari Kamis, 21 Mei 2026.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali keberadaan naskah kuno serta meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat warisan berharga peninggalan leluhur tersebut. Sebanyak 80 peserta dari berbagai unsur masyarakat hadir mengikuti kegiatan ini, meliputi budayawan, kuncen, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta fasilitator perpustakaan desa yang berasal dari seluruh wilayah di Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran peserta yang sangat antusias menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap aset sejarah daerah. Dalam kegiatan ini, hadir pula narasumber yang berkompeten, antara lain Kepala Bidang Kebudayaan Dispusipda Kabupaten Bandung Barat, Filolog Sunda dari Pusat Budaya Sunda Universitas Padjadjaran, serta pegiat naskah kuno dari Paguyuban Pancanaka Kabupaten Bandung Barat. Para narasumber memberikan penjelasan mendalam mengenai nilai sejarah, kandungan ilmu pengetahuan, makna budaya, hingga cara-cara teknis merawat dan melindungi naskah kuno agar tetap terjaga keasliannya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa naskah kuno merupakan harta tak ternilai yang mengandung jejak peradaban dan kearifan lokal masyarakat Sunda.

“Naskah kuno adalah aset budaya yang sangat berharga dan harus terus dijaga keberadaannya agar tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyampaikan bahwa pelestarian naskah kuno bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai warga daerah,” tegasnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Dalam sesi ini, dibahas mengenai langkah-langkah inventarisasi, cara perawatan yang benar, serta upaya penyelamatan naskah kuno yang saat ini masih tersimpan secara pribadi di tengah masyarakat. Peserta pun diajak untuk aktif melaporkan keberadaan naskah kuno yang dimiliki, sehingga pemerintah dapat melakukan pendataan, pendokumentasian, dan pendampingan pelestarian secara berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat berharap terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia akademisi, komunitas budaya, dan seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama ini menjadi kunci utama agar warisan budaya Sunda, khususnya naskah kuno, tetap terpelihara dengan baik dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bukti sejarah dan identitas jati diri masyarakat Bandung Barat.

Kaperwil. Jabar

Tags