Dinas Pertanian Lebak Matangkan Strategi Pencapaian Luas Tambah Tanam 157 Ribu Hektare Tahun 2026
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terus memperkuat berbagai strategi untuk mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 157 ribu hektare pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus mempertahankan posisi Kabupaten Lebak sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan bahwa pencapaian target tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, pemerintah pusat hingga dukungan informasi cuaca dari BMKG.
Menurutnya, strategi utama yang diterapkan meliputi percepatan tanam pasca panen, optimalisasi lahan pertanian, penguatan sistem irigasi dan pompanisasi, serta pendampingan intensif kepada petani di seluruh kecamatan. Selain itu, Dinas Pertanian juga terus mendorong pemanfaatan lahan potensial agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.
Hingga pertengahan April 2026, realisasi LTT di Kabupaten Lebak tercatat mencapai sekitar 44 ribu hektare atau 22 persen dari target tahunan. Capaian tersebut menjadi modal awal yang cukup baik untuk mengejar target hingga akhir tahun.
Dinas Pertanian juga menginstruksikan para penyuluh pertanian agar terus menggerakkan kelompok tani untuk segera melakukan penanaman kembali setelah masa panen. Langkah tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan indeks pertanaman sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah.
Selain percepatan tanam, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengusulkan program cetak sawah baru seluas 100 hektare. Program tersebut diharapkan dapat menambah luas areal tanam dan meningkatkan produksi gabah di masa mendatang.
"Kami optimistis target LTT tahun 2026 dapat tercapai melalui kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh hingga petani," ujar Rahmat Yuniar.
Apabila target 157 ribu hektare terealisasi, produksi gabah Kabupaten Lebak diperkirakan mampu menembus lebih dari 700 ribu ton, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan Provinsi Banten maupun nasional.
(Red)