P3 tgai Jadi Harapan Petani, Eli Sahroni Komitmen Awasi Kualitas Pembangunan
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi berbasis pemberdayaan masyarakat petani.
Di Provinsi Banten, program yang berada di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk 74 titik di Kabupaten Lebak dan 37 titik di Kabupaten Pandeglang.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Kelompok Tani P3A Sanding Bersatu di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Ketua kelompok, Sahdan, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersier melalui program P3-TGAI mampu meningkatkan akses air ke lahan pertanian sehingga berpotensi menambah luas tanam dan hasil panen petani.
“Dengan bertambahnya jaringan irigasi, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani menjadi lebih baik,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Hal senada disampaikan Ahyudin, salah satu penerima manfaat program. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah, BBWSC3, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang telah membantu terealisasinya pembangunan irigasi di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan irigasi tersebut sangat membantu petani dalam meningkatkan intensitas tanam guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Sementara itu, pemerhati pembangunan Hendra Bobi Abimanyu menilai P3-TGAI merupakan program strategis yang efektif karena melibatkan masyarakat secara langsung melalui pola swakelola dan padat karya tunai. Selain meningkatkan kualitas jaringan irigasi, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni, menegaskan pihaknya akan mengawal pelaksanaan program P3-TGAI di Kabupaten Lebak dan Pandeglang guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami mengawal pelaksanaan pembangunan irigasi P3-TGAI agar hasilnya berkualitas dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” kata Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak.
Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawasi pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan jajaran pengurus BBP di tingkat DPC dan DPAC agar melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
Menurut Eli, apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau ketentuan teknis, pihaknya akan berkoordinasi dengan kelompok pelaksana dan pendamping program agar segera dilakukan perbaikan.
“Pengawasan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah agar pembangunan irigasi berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani,” pungkasnya.
(Red)