Tpm Pastikan Material Sesuai Rab, Hasil Pembangunan Irigasi P3a Karya Naga Dinilai Berkualitas
Pogres pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh Kelompok P3A Karya Naga di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan yang menyoroti penggunaan pasir halus dan mempertanyakan kesesuaian spesifikasi pekerjaan.
Menindaklanjuti pemberitaan tersebut, tim monitoring Badak Banten Perjuangan melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi fisik bangunan serta memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan hasil peninjauan, tim menilai kualitas fisik bangunan irigasi dalam kondisi baik dan dinilai tidak kalah dengan konstruksi yang menggunakan pasir kasar.
"Setelah kami melakukan pengecekan langsung di lokasi, kami melihat kualitas fisik bangunan irigasi P3A Karya Naga cukup baik dan tidak kalah dengan bangunan yang menggunakan pasir kasar," ujar Subandi, Tim Monitoring Badak Banten Perjuangan.
Subandi menjelaskan, penggunaan pasir halus di wilayah Lebak Selatan tidak terlepas dari kondisi ketersediaan material. Menurutnya, pasir kasar di wilayah tersebut relatif sulit diperoleh sehingga masyarakat memanfaatkan material yang tersedia, selama kualitasnya memenuhi kebutuhan konstruksi.
"Keberadaan pasir kasar di wilayah Lebak Selatan memang cukup langka sehingga sulit didapatkan. Yang terpenting adalah kualitas material yang digunakan mampu menghasilkan bangunan yang kuat dan sesuai kebutuhan," tambahnya.
Hal senada disampaikan Yuda dari Badak Banten Perjuangan. Ia menilai kualitas hasil pekerjaan lebih penting dibanding ukuran butiran pasir yang digunakan.
"Tidak masalah menggunakan pasir halus, selama kualitas materialnya baik dan mampu menghasilkan konstruksi yang kuat serta berbobot," katanya.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI, Deri Sihabudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan irigasi mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai pedoman dalam pengadaan material maupun pelaksanaan pekerjaan.
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan selalu mendapatkan pendampingan agar pekerjaan sesuai dengan ketentuan teknis program.
"Saya sebagai TPM selalu memberikan arahan dan pendampingan kepada kelompok pelaksana. Penggunaan pasir halus bukan menjadi persoalan selama material yang digunakan memenuhi kualitas yang dipersyaratkan sehingga menghasilkan bangunan irigasi yang kuat," ujar Deri.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, mengimbau seluruh pelaksana kegiatan P3-TGAI agar tetap mengutamakan mutu pekerjaan serta menggunakan material yang berkualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Fokuslah pada kualitas pekerjaan. Gunakan material yang baik agar menghasilkan bangunan irigasi yang kuat, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas Eli Sahroni.
Pembangunan irigasi P3-TGAI diharapkan mampu meningkatkan pelayanan jaringan irigasi bagi lahan pertanian serta memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani di Desa Cihara dan sekitarnya.
(Red)