Pameran Lukisan “tentara Soedirman” Di Semarang Hadirkan Monolog Dan Kolaborasi Seniman

Pameran Lukisan “tentara Soedirman” Di Semarang Hadirkan Monolog D
24-Aug-2026 | sorotnuswantoro Semarang

SEMARANG – Konsorsium Kerja Budaya (KKB) bakal menggelar pameran lukisan bertema “Tentara Soedirman” karya Gunawan Effendi di Hall DeKaSe, Kompleks TBRS, Jalan Sriwijaya Nomor 29, Semarang, Jawa Tengah. Pameran tersebut berlangsung mulai 25 hingga 30 Agustus 2026.

Pameran akan dibuka pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB oleh Ketua DeKaSe, Adhitia Armitriyanto. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati karya seni sekaligus mengenang sosok Jenderal Soedirman melalui karya lukis.

Tidak hanya pameran lukisan, acara tersebut juga menghadirkan pertunjukan monolog oleh Zoex Zabidi bertajuk “Dialog Imajiner dengan Jenderal Soedirman”. Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengajak penonton melihat kembali sosok dan nilai perjuangan Jenderal Soedirman melalui pendekatan seni pertunjukan.

Sejumlah kelompok seniman turut meramaikan kegiatan tersebut. Mereka di antaranya KGB, LestrasGP, Stoeboemi, Setara, dan Teater Lingkar yang akan berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan seni budaya di Hall DeKaSe.

Salah satu Panitia, Kelana mengatakan, pameran “Tentara Soedirman” tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi upaya mempertemukan sejarah, perjuangan, dan ekspresi kebudayaan. “Kami ingin pameran ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat. Sosok Soedirman kami hadirkan melalui karya dan pertunjukan agar nilai perjuangannya tetap relevan untuk generasi sekarang,” kata Kelana.

Masyarakat Semarang dan sekitarnya dapat menyaksikan pameran “Tentara Soedirman” selama 25–30 Agustus 2026 di Hall DeKaSe, Kompleks TBRS, Jalan Sriwijaya Nomor 29, Semarang. Untuk informasi kegiatan dapat diperoleh dengan menghubungi Kelana melalui nomor 083842177199.

Pameran ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pertemuan berbagai komunitas seni dalam menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan melalui karya budaya.( )

Tags