Menyusuri Rute 6 Kilometer, Dandim Batang Suarakan Pesan Jaga Kehidupan Biota Laut
PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sukses menggelar even lari bertajuk Bhimasena Run for Whale Shark 2026 pada Minggu pagi (27/9/2026). Mengambil titik start dari Pendopo Kabupaten Batang, agenda lari sepanjang 6 kilometer ini menjadi wadah sosialisasi masif untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian biota dan fauna di perairan laut Jawa, khususnya spesies hiu paus.
Animo masyarakat Batang terbukti sangat luar biasa. General Manager Stakeholder Relations PT BPI, Aryamir H. Sulasmoro, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar meledak hingga menyentuh angka 1.000 orang, jauh melampaui target awal yang hanya mematok 200 peserta. Karena keterbatasan kapasitas yang hanya menampung 370 orang, BPI berencana mengadakan kembali even serupa dengan skala yang lebih besar di tahun depan.
"Kami akui tidak mengira sebanyak itu. Karena kapasitas hanya untuk 370, akhirnya kami putuskan akan menggelar lagi tahun depan dengan kapasitas peserta yang lebih besar lagi," ujar Aryamir H. Sulasmoro, yang sengaja memilih olahraga lari karena tingginya antusiasme komunitas Batang Runners.
Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua KONI Batang, Teguh Supriyanto. Ia menyambut positif kolaborasi antara BPI dengan komunitas pelari lokal. Meski sifatnya rekreasi dan sosialisasi, ia melihat potensi besar karena mayoritas partisipan merupakan pelari berpengalaman.
"Alhamdulillah Bhimasena Power Indonesia ada kerja sama dengan Batang Runners, meskipun hanya lari dan bukan untuk prestasi. Tapi jika dilihat pesertanya 90 persen adalah pelari semua, semoga tahun mendatang even serupa bisa digelar kembali dan meningkat untuk prestasi," harap Teguh.
Keunikan even ini terlihat dari banyaknya peserta yang membawa properti kreatif demi menyuarakan pesan lingkungan. Salah satunya dilakukan oleh Taufan Alfaisi, anggota Batang Runners yang berlari mengenakan topi berbentuk hiu paus buatan sendiri dari sterofoam bekas.
"Ini saya pakai kostum hiu paus bahannya sterofoam bekas yang saya buat selama tiga jam, jadi tanpa biaya biar unik dan lain dari yang lain. Kalau even ini banyak positifnya, karena selain sehat juga mengingatkan kita sebagai manusia untuk menjaga kehidupan biota laut, jangan buang sampah ke laut, biar tidak punah," jelas Taufan.
Selain menyuarakan isu lingkungan, Taufan juga membagikan kisah inspiratifnya dalam menurunkan berat badan dari 102 kilogram menjadi 72 kilogram semenjak aktif berlari. Ia pun memberikan motivasi bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan obesitas.
"Jangan dengarkan bulian orang, yang penting usaha keras, olahraga salah satu pilihannya lari. Terus usahakan hindari makan di atas jam 7 malam," pungkasnya.
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri dan diramaikan oleh Dandim 0736/Batang bersama ratusan pelari lainnya yang antusias menyusuri rute hingga garis finis.